- Kutemukan engaku dalam istiharohku ...— bersama Dewie ARindie dan 17 lainnya.
Alhamdulillah ya allah ....
engkau pertemukan aku dalam istiharoh malamku...
Sujud syukurku panjatkan kehadiratMu ya allah...
Atas segala nikmat dan anugrahMu..
Trimakasih sayang........
Aku tunggu janjimu dunia akherat.
Untuk cintamu padaku......
Untuk segala ketulusanmu....
Untuk pertemuan kita nanti...
Untuk segala pengorbananmu..
Untuk segala ketulusan dan kesederhanaanmu..
Trimakasih sayang....
Untuk janjimu
Menemuiku dengan ketulusan
Menemuiku dengan doa dan perjuanganmu
Menemuiku untuk bersatunya cinta kita sayang...
amin.......
Demi allah aku menunggumu...
dan Demi allah aku percaya padamu ....
Demi allah aku percaya janji seorang muslimah sejati ..
trims atas kepercayaanmu padaku....
itu jawabanmu ....
sungguh aku bersyukur ...
alhamdulillah telah dipertemukan padamu...
amin....... demi allah hari ini ak bahagia banget trima kasih alhamdulillah ya allah..atas nikmat dan anugrahmu ini...
Aku tunggu engkau bidadariku
sampai tiba saatnya kita di pertemukan dalam nikmat dan indahnya anugrah cinta...
Aku tunngu engkau sayang kedatanganmu.....
aku tunggu engkau dalam maghligai rumah tangga yang sejati...
Trima kasih sayang....
aku tunggu janji seoarang muslimah sejati dengan pengorbanan cinta sejati...
Hilangkan segala keraguan dalam hatimu...
Hilangkan segala resah dan gundahmu..
saat ini mari kita berdoa berjuang dalam kebersamaan...
semoga cinta kita tetap dalam naunganNya..
amin....
Jaga diri dan hati serta kesehatanmu.....
Free Automatic Backlink
Free Automatic Backlink for Blog and Website This is a free, fast, and simple immediate automatic backlinks for optimizing your web page on search engines result.
Welcome to Backlink Lists | Free Automatic backlinks Exchanges a free automatic backlinks generator service, free auto backlinks this website offer free auto backlinks service for blogger or web owner who want to get instant backlink for their blog or websites. We know how important is SEO to increase traffic, pagerank, and alexa rank.


Kekuatan Berpikir Positif
Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.
Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.
Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?
Cerita berikut mengilustrasikan bagaimana kekuatan berpikir positif bekerja:
Beno mengajukan lamaran kerja, namun kepercayaan dirinya rendah, dan dia menganggap dirinya gagal dan tidak layak memperoleh kesuksesan, ia merasa yakin bahwa ia tidak akan memperoleh pekerjaan tersebut. Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan percaya bahwa calon pegawai yang lain lebih baik dan lebih memenuhi syarat dibandingkan dirinya. Beno memperoleh sikap ini karena pengalaman buruk yang ia peroleh dari wawancara pekerjaan yang telah ia ikuti sebelumnya.
Pikirannya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif dan rasa takut atas pekerjaan tersebut selama satu minggu penuh sebelum ia akan diwawancara. Ia yakin ia akan ditolak. Pada hari wawancara ia bangun terlambat, rasa takutnya menjadi kenyataan. Ia mendapati kemeja yang akan ia kenakan kotor, dan kemejanya yang lain harus disetrika. Dan karena ia sudah terlambat, ia memutuskan untuk mengenakan kemeja yang kusut.
Selama wawancara, ia merasa tegang, menunjukkan sikap negatif, khawatir mengenai kemejanya, dan merasa lapar karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan. Semua hal ini menyebabkan pikirannya teralihkan dan sulit baginya untuk fokus pada wawancara. Sikapnya secara keseluruhan menimbulkan kesa yang buruk, dan sebagai akibatnya rasa takutnya menjadi kenyataan dan tidak memperoleh pekerjaan tersebut.
Budi juga mengajukan lamaran atas pekerjaan yang sama, namun ia menyikapinya secara berbeda. Ia merasa yakin bahwa ia akan memperoleh pekerjaan tersebut. Satu minggu sebelum wawancara, ia sering memvisualisasikan dirinya memperoleh pekerjaan tersebut.
Malam hari sebelum wawancara, ia menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan dan tidur lebih awal dari biasanya. Pada hari wawancara, ia bangun lebih awal dari baiasanya, sehingga ia memiliki cukup waktu untuk sarapan, lalu tiba di tempat wawancara sebelum jadwal.
Ia memperoleh pekerjaan tersebut karena ia berpikir positif terhadap hal-hal yang ia lakukan. Tentunya ia juga memenuhi persyaratan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, sama halnya dengan Beno.
Apa yang bisa kita pelajari dari dua cerita tersebut? Apakah ada sihir yang digunakan dalam cerita tersebut? Tidak, semuanya merupakan hal yang alami. Jika kita memiliki sikap yang positif, sikap-sikap tersebut akan menghasilkan perasaan-perasaan yang positif, gambaran-gambaran yang konstruktif, dan kita akan melihat dalam mata pikiran kita apa yang kita inginkan. Hal ini akan memberikan pencerahan, lebih banyak kekuatan, dan kebahagiaan. Diri anda juga akan memancarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Bahkan pikiran positif juga akan memberikan beragam manfaat bagi kesehatan anda. Kita berjalan tegak dan suara kita lebih berwibawa. Bahasa tubuh kita menunjukkan perasaan kita.
Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.
Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.
Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?
Cerita berikut mengilustrasikan bagaimana kekuatan berpikir positif bekerja:
Beno mengajukan lamaran kerja, namun kepercayaan dirinya rendah, dan dia menganggap dirinya gagal dan tidak layak memperoleh kesuksesan, ia merasa yakin bahwa ia tidak akan memperoleh pekerjaan tersebut. Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan percaya bahwa calon pegawai yang lain lebih baik dan lebih memenuhi syarat dibandingkan dirinya. Beno memperoleh sikap ini karena pengalaman buruk yang ia peroleh dari wawancara pekerjaan yang telah ia ikuti sebelumnya.
Pikirannya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif dan rasa takut atas pekerjaan tersebut selama satu minggu penuh sebelum ia akan diwawancara. Ia yakin ia akan ditolak. Pada hari wawancara ia bangun terlambat, rasa takutnya menjadi kenyataan. Ia mendapati kemeja yang akan ia kenakan kotor, dan kemejanya yang lain harus disetrika. Dan karena ia sudah terlambat, ia memutuskan untuk mengenakan kemeja yang kusut.
Selama wawancara, ia merasa tegang, menunjukkan sikap negatif, khawatir mengenai kemejanya, dan merasa lapar karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan. Semua hal ini menyebabkan pikirannya teralihkan dan sulit baginya untuk fokus pada wawancara. Sikapnya secara keseluruhan menimbulkan kesa yang buruk, dan sebagai akibatnya rasa takutnya menjadi kenyataan dan tidak memperoleh pekerjaan tersebut.
Budi juga mengajukan lamaran atas pekerjaan yang sama, namun ia menyikapinya secara berbeda. Ia merasa yakin bahwa ia akan memperoleh pekerjaan tersebut. Satu minggu sebelum wawancara, ia sering memvisualisasikan dirinya memperoleh pekerjaan tersebut.
Malam hari sebelum wawancara, ia menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan dan tidur lebih awal dari biasanya. Pada hari wawancara, ia bangun lebih awal dari baiasanya, sehingga ia memiliki cukup waktu untuk sarapan, lalu tiba di tempat wawancara sebelum jadwal.
Ia memperoleh pekerjaan tersebut karena ia berpikir positif terhadap hal-hal yang ia lakukan. Tentunya ia juga memenuhi persyaratan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, sama halnya dengan Beno.
Apa yang bisa kita pelajari dari dua cerita tersebut? Apakah ada sihir yang digunakan dalam cerita tersebut? Tidak, semuanya merupakan hal yang alami. Jika kita memiliki sikap yang positif, sikap-sikap tersebut akan menghasilkan perasaan-perasaan yang positif, gambaran-gambaran yang konstruktif, dan kita akan melihat dalam mata pikiran kita apa yang kita inginkan. Hal ini akan memberikan pencerahan, lebih banyak kekuatan, dan kebahagiaan. Diri anda juga akan memancarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Bahkan pikiran positif juga akan memberikan beragam manfaat bagi kesehatan anda. Kita berjalan tegak dan suara kita lebih berwibawa. Bahasa tubuh kita menunjukkan perasaan kita.
APA KABAR HATIKU ( http://lenteramenatahati.blogspot.com/ )
Kuterjaga di temani pusing yang lumayan, entah karena apa? mungkin beragam fikiran yang mengaduk kepala-ku atau penyakit yang biasa menyerang, maka kali ini aku sukses dengan cemberut-ku.
tidak biasanya masih terjaga di angka 03 malam tadi.
Ya sudahlah, ku coba merenungi mentafakuri hati yang kian larut dalam kelalaian ini, mengingat hati adalah organ yang paling penting dalam penentuan sikap dan perbuatan, maka ku tengoklah bagian itu. Hati.
Bagaimana kabarmu wahai hati?
telah jernihkah permukaanmu dengan segala taujih yang di lakukan indera pendengaran-mu?
Ya Allah, ternyata ia buram karena hal itu tak layak untuk di dengar, pujian yang tak pantas di terima hanya karena tangan yang berlaku biasa, tidak-kah itu sebuah kewajiban? mengapa kian terlena dan mengawang hanya dengan sebutan ‘rajin’ dan ‘aktif’
ku tengok kembali sang hati, bagaimana bau-nya? apakah seharum kesturi yang senantiasa mewangi?
inna lillah… dia tak ubahnya daging busuk berlalat yang sudah berlendir dan berulat,,, apakah tangan kaki dan mulutmu hanya bergerak ketika ada sesosok saja yang melihat kemurahan hati-mu??
tidak-kah merasa bahwa Allah yang selalu melihat.?
lalu,
ku sapa lagi sang hati, apakah kau setenang danau yang di naungi kedamaian??
astaghfirullah, tak ubahnya hati ini seperti onggokan darah busuk yang selalu menggejolak karena nafsu dan keinginan duniawi,,,
aku kemudian tertegun, meratapi sang hati bernasib kian buruk dalam kurun waktu yang kubawa dewasa ini.
tangisan itu pun tiada guna, hanya seperti setetes hujan di lahan gersang,
pun angin kedamaian tak lagi membawa kesejukan, hanya lalu kemudianpun berlalu, hanya sebagai penegur hati, kemudian melena akan kesejukan yang tidak seberapa.
kemudian, sejauh manakah aku mengobati hati yang kian parah ini,,
mengapa aku melena dunia hanya karena sedikit saja aku ingin merubahnya, dan itu tak ubahnya hanya sebutir pasir di pesisir pantai.
aku tersaruk, meraung-raung,,, oh hati… apa yang harus aku lakukan???
bagaimana aku tidak tahu bahwa kau hampir melebur hancur dimakan ulat kesombongan, kerakusan, dan ketidak-ikhlasan.
jiwa pun meredup, perlahan… ku lihat setitik cahya di dasar hatiku, ku mendekat, serasa hangat menjalari tubuhku,
”duhai cahya, siapakah dirimu dgn ketenanganmu?”
dia membuka suara perlahan.
‘akulah iman, dalam hatimu’
Kuterjaga di temani pusing yang lumayan, entah karena apa? mungkin beragam fikiran yang mengaduk kepala-ku atau penyakit yang biasa menyerang, maka kali ini aku sukses dengan cemberut-ku.
tidak biasanya masih terjaga di angka 03 malam tadi.
Ya sudahlah, ku coba merenungi mentafakuri hati yang kian larut dalam kelalaian ini, mengingat hati adalah organ yang paling penting dalam penentuan sikap dan perbuatan, maka ku tengoklah bagian itu. Hati.
Bagaimana kabarmu wahai hati?
telah jernihkah permukaanmu dengan segala taujih yang di lakukan indera pendengaran-mu?
Ya Allah, ternyata ia buram karena hal itu tak layak untuk di dengar, pujian yang tak pantas di terima hanya karena tangan yang berlaku biasa, tidak-kah itu sebuah kewajiban? mengapa kian terlena dan mengawang hanya dengan sebutan ‘rajin’ dan ‘aktif’
ku tengok kembali sang hati, bagaimana bau-nya? apakah seharum kesturi yang senantiasa mewangi?
inna lillah… dia tak ubahnya daging busuk berlalat yang sudah berlendir dan berulat,,, apakah tangan kaki dan mulutmu hanya bergerak ketika ada sesosok saja yang melihat kemurahan hati-mu??
tidak-kah merasa bahwa Allah yang selalu melihat.?
lalu,
ku sapa lagi sang hati, apakah kau setenang danau yang di naungi kedamaian??
astaghfirullah, tak ubahnya hati ini seperti onggokan darah busuk yang selalu menggejolak karena nafsu dan keinginan duniawi,,,
aku kemudian tertegun, meratapi sang hati bernasib kian buruk dalam kurun waktu yang kubawa dewasa ini.
tangisan itu pun tiada guna, hanya seperti setetes hujan di lahan gersang,
pun angin kedamaian tak lagi membawa kesejukan, hanya lalu kemudianpun berlalu, hanya sebagai penegur hati, kemudian melena akan kesejukan yang tidak seberapa.
kemudian, sejauh manakah aku mengobati hati yang kian parah ini,,
mengapa aku melena dunia hanya karena sedikit saja aku ingin merubahnya, dan itu tak ubahnya hanya sebutir pasir di pesisir pantai.
aku tersaruk, meraung-raung,,, oh hati… apa yang harus aku lakukan???
bagaimana aku tidak tahu bahwa kau hampir melebur hancur dimakan ulat kesombongan, kerakusan, dan ketidak-ikhlasan.
jiwa pun meredup, perlahan… ku lihat setitik cahya di dasar hatiku, ku mendekat, serasa hangat menjalari tubuhku,
”duhai cahya, siapakah dirimu dgn ketenanganmu?”
dia membuka suara perlahan.
‘akulah iman, dalam hatimu’
Ayah…
Bagiku seorang yang namanya jarang kusebut. Mengapa? Sebab bagiku, sosok seorang ayah itu tidak memberi definisi apa-apa dalam kehidupanku.
Seseorang yang hampir dikatakan tidak ada rasa kepedulian terhadap anaknya. Entah mengapa begitu dingin seorang yang dinamakan ‘Ayah’ itu.
Bila ditanya, siapakah orang yang paling aku sayang di dunia ini… jawabannya tentulah ibuku. Karena bagiku, sosok ibulah yang paling berperan penting dalam kehidupanku selama ini.
Entah seperti anak-anak lainnya atau tidak.. tapi yang pasti, aku kurang merasakan peran seorang ayah. Ia sering pulang malam, dan ketika sampai rumah pun.. tidak ada kehangatan yang diberikan olehnya.
Sosok yang membuatku geram dan akhirnya tidak ada penghormatan sama sekali padanya. Saat itu ku ingat pasti tatkala usiaku beranjak 9 tahun, aku pernah mencemoohnya dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan seorang anak pada ayahnya. Hanya karena keinginanku tidak bisa dipenuhi olehnya. Aku hanya berfikir, bahwa kalau sudah tidak mendapat perhatian darinya, paling tidak bentuk perhatian itu bisa tergantikan dengan terpenuhinya kebutuhanku. Minta dibelikan mainan, baju baru dan sebagainya. Namun ternyata itu nihil semua.
Semakin jengkel lah aku, bahkan aku tidak ingin dikecup keningnya oleh orang yang dinamakan ayah tersebut pada saat syukuran sederhana di hari ulang tahunku.
Beranjaknya usia, ketika saat itu aku masuk Sekolah Menengah Pertama… itulah pertama kalinya sejarah dalam hidupku, peran orang tua khususnya ayah sangat berarti besar. Betapa paniknya aku, ketika pulang sekolah rok biru seragamku basah oleh cairan yang berwarna merah. Aku pun kaget dan panik luar biasa, padahal saat itu ibuku tengah naik haji ke tanah suci bersama nenekku. Yang ada di rumah, hanyalah aku bersama adik dan sosok yang dinamakan ‘Ayah’.
Ia lah yang menyambutku, tatkala aku menangis tersedu-sedu sampai rumah dalam keadaan sedih dan karena ditambah dengan perutku yang sakitnya luar biasa.
Aku malu. Lalu aku masuk kamar tanpa berkata apa-apa terhadap ayahku. Ia menyusul ke kamarku dan menanyakan apa yang terjadi, lalu aku pun luluh dan mau menjelaskan keadaanku padanya saat itu.
Ayahku tersenyum dan berkata, “Gak apa-apa, ini pertanda anak gadis ayah sudah dewasa. Kamu sudah mendapat tamu bulanan. Nanti ya ayah belikan pembalut dulu.”.
Degg… hatiku teriris dengan kata-kata lembut darinya. Ohh Tuhan, di saat kritis dan aku tidak tahu harus berbuat apa, justru ialah yang hadir menemaniku. Ialah yang menenangkanku disaat kondisiku seperti itu, tanpa hadirnya peran ibu disampingku.
Semakin tersadar, ayahku mempunyai peran berarti dalam hidupku. Tidak hanya ibuku. Ialah sosok yang hebat itu, sosok yang hadir disaat aku membutuhkannya.
Pun saat aku menginjak usia dewasa, aku semakin mengerti arti dari hadirnya seorang ayah. Aku melihat beban berat sedang ditanggungnya. Aku melihat segala hal yang menjadi kebutuhanku perlahan terpenuhi.. Satu per satu bisa aku dapatkan. Bersama itu pula satu per satu uban putih muncul diantara rerimbunan rambut ayahku.
Ya. Semakin hari aku tersadar, banyak perubahan yang terjadi pada diri ayahku.. Warna rambutnya yang berubah, kerutan di wajahnya yang tidak lagi tersembunyi dan itu membuatku semakin yakin, bahwa ayahku tengah berjuang keras dalam membahagiakan keluarganya. Seperti tatkala ia telat pulang kerja malam hari karena ada rapat di kantornya, ia selalu membawakan kami makanan yang bersisa dari rapat di kantornya. Melihat wajahnya yang sumringah benar-benar menandakan rasa senangnya ketika bisa membawakan makan malam untuk anak serta istrinya.
Karena ayahku adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika ia tidak kuat untuk tidak menangis. Ia harus terlihat tegas bahkan saat ia ingin memanjakanku.
Ayahku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, dan tidak tergantung pada siapapun tapi selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayahku pernah berkata “Ayah akan selalu memelihara janggut, meski telah memutih,
agar kamu bisa ‘melihat’ para malaikat bergelantungan disini dan agar kamu selalu bisa mengenali ayah.”
Dan ayah juga penah berpesan: "Mbak, jangan cengeng ya meski kamu ini adalah seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecil ayah dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Seorang laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kamu gantikan posisi Ayah di hatimu."
Ohh ayah. Baru aku meyakini, bahwa betapa beruntungnya aku memiliki ayah sepertimu. Ayah terbaik sepanjang perjalanan hidupku. Seorang ayah yang memberi banyak pelajaran kehidupan.
Ayah..
Namamu kan selalu terpatri.
Meski sedikit perhatian yang tercurah.
Bagiku sudah sangat berarti.
Ketika peluhmu mengalir.
Yang begitu agung, maka..
Tercucilah rindu.
Pada alunan kata yang sejuk.
Terima kasih ayahku. Untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tidak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tetes ‘air mata laki-laki’ yang begitu mahal ketika kau mengkhawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Sungguh tidak akan pernah bisa terbalas segalanya. Dan aku mencintaimu karena-Nya.
Free Automatic Backlinks Exchanges
Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link LENTERA HATI MENATA HATI Link Exchange/Tukar Link. dibawah ini ke blog anda setelah itu klik linkLENTERA HATI MENATA HATI dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Top Ereferrer




