Free Automatic Backlink

Free Automatic Backlink for Blog and Website This is a free, fast, and simple immediate automatic backlinks for optimizing your web page on search engines result. Welcome to Backlink Lists | Free Automatic backlinks Exchanges a free automatic backlinks generator service, free auto backlinks this website offer free auto backlinks service for blogger or web owner who want to get instant backlink for their blog or websites. We know how important is SEO to increase traffic, pagerank, and alexa rank.
LENTERA HATI MENATA HATI Link Exchange/Tukar Link.

Author: Lentera Hati
•10.52
Untuk Anakku yang kusayangi dibumi Allah Subhanahu wata’ala..

Segala puji ibu panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wata’alayang telah memudahkan ibu untuk beribadah kepada-NYA,
Sholawat serta salam ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan sahabatnya….
Wahai Anakku…
Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara, setalah berpikir panjang ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri, setiap kali menulis setiap itu pula setiap gores terhalangi oleh tangis dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka
Wahai Anakku………
Sepanjang masa yang telah engkau lewati kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak…karenanya, enkau pantas membaca tulisan ini sekalipun nantinya engkau akan remas ini lalu engkau robek-robek,sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati ibu dan telah engkau robek pula perasaannya……
Wahai Anakku….
25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku, suatu ketika Dokter datng menyampaikan tentang kehamilanku, dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat terssebut, bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini, sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan emosi dan fisik ibu, semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan, tidur berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan, akan tetapi itu semua tidak mengurangi rasa cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama beerjalannya waktu, aku mengandungmu wahai anakku pada kondisi lemah diatas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan melihat terjangan kakimu, atau balikan badanmu diperutku, aku merasa puas setiap aku menimbang diriku karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti dengan begitu engkau sehat walafiat dalam rahimku anakku…penderitaan yang berkepanjangan menderaku sampailah tiba pada fajar dimalam itu, yang aku tidak bisa tidur sekejappun, aku merasakan sakit yang tak tertaahankan dan rasa takut yang tidak bias dilukiskan, sakit itu berlanjut sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis, sebanyak itu pula aku melihat kematian dihadapanku, hingga tibalah waktunya engkau keluar kedunia, engkau lahir, bercampur air mata kebahagiaanku dengan air mata tangismu, ketika engkau lahir menetes air mataku, air mata bahagia dan dengan itu sirna semua keletihan dan kesedihan… hilang semua sakit dan penderitaan bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya sakit, aku raih dirimu sebelum aku raih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada dikerongkonganku……

Telah berlalu tahun dari usiamu, aku membawamu dengan hatiku, memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku, saripati hidupku kuberikan padamu, aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu, harapanku pada setiap harinya agar aku selalu melihat senyumanmu, kebahagiannku setiap saat adalah permintaanmu agar aku berbuat sesuatu untukmu, itulah kebahagiaanku…
lalu berlalulah waktu, hari berganti hari, Bulan berganti Bulan, Tahun berganti Tahun..selama itu pula aku menjadi “pelayan”mu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, menjadi “pekerja”mu yang tidak pernah lelah, mendoakan selalu kebaikan dan taufik unntukmu, aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari..hingga engkau menjadi dewasa badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu wahai anakku, tatkala itu aku mulai melirik, kekiri dan kekanan demi mencari pasangan hidupmu, semakin dekat hari peernikahanmu semakin dekat pula hari kepergianmu, tatkala itu hatiku terasa teriris-iris, air mataku mengalir entah apa rasany hati ini, bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa, bahagia karean engkau mendapatkan pasangan, karena engkau telah mendapatkan jodoh, enkau telah mendapatkan pendamping hidup, sedangkan sedih karena engakau adalah pelipur hatiku, yang akan berpisah sebentar lagi dari diriku, waktupun berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat, kiranya setelah pernikahan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihganku sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam, tawamu yang sselama ini kujadikan buluh perindu sekarang telah tengelam, seperti batu yang dijatuhkan kedalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang keguguran, aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karean engkau telah melupakanku dan melupakan hakku…
terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk melihat rupamu, setik demi detik kulewati hanya untuk dapat mendengar suaramu, akan tetapi penantianku seakan sangat panjang, aku selalu berdiri dipintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu, setiasp kali berderit pintu aku menyangka bhwa engkaulah yang datang itu, setiap kali telephon berrdering aku merasa bahwa engkau yang meneleponku, setiap suarta kendaraan yang l;ewat aku merasa bahwa enkaulah yang datang, akan tetapi semua tidak ada, penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan, yang tersisa hanya kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan, sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditaqdirkan oleh-NYA..
Anakku….
Ibumu tidaklah meminta banyak, ia tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan, yang ibu pinta kepadamu, jadikan ibumu sebagai sahaabat dalam kehidupanmu, jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu dirumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar ibu teringat pula dengan masa-masa bahagia dimasa kecilmu, dan ibu memohon kepadamu Nak, janganlah engkau pasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau membuang wajahmu ketika ibu hendak memandang wwajahmu, yang ibu tagih kepadamu jadikanlah rumah ibumu salah satu tempat persinggahanmu, agar engkaku dapat sekali-kali singgah kesana sekalipun hanya satu detik, jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi atau sekiranya terpaksa engkau datang sambil engkau tutup hidungmu dan engkau pun berlalu pergi…
Anakku…

Telah bungkuk pula punngungku, bergemetar tanganku, karean badanku telah dimakan oleh usia dan telah digerogoti oleh penyakit, berdirinya sehrusnya telah dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, akan tetapi yang tidak pernah sirna wahai anakku adalah cintaku kepadamu, masih seperti dulu, masih seperti lautan yang tidak pernah kering, masih seperti angin yang tidak pernah berhenti , sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorrang, niscaya engkau akan balas kebaikan dengan kebaikan, sedangkan ibumu mana balas budimu??, mana balasan baikmu??, bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu,,, bukan sebaliknya air susu dibalas dengan air tuba,, dan bukankah Allah Ta’ala telah berfirman “Bukankah balasan kebaikan itu dibalas kecuali dengan kebaikan yang serupa”
sampai begitukah keras hatimu dan sudah begitu jauhkah dirimu?????
setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu…
Wahai Anakku…

Setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula beertambah kebahagiaanku, bagaiman tidak.. karena engkau adalah buah dari kedua tangannku, engkau adalah hasil dari keletihanku, engkaulah laba dari semua usahaku, dosa apakah yang telah aku perbuat sehingga engaku jadikan diriku musuh bebuyutanmu, apakah aku pernah salah pada suatu hari bergaul denganmu???????, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu??, tidak dapatkah engkau menjadikanku pembantu yang terhina dari sekian banyak dari pembantu-pembantumu yang mereka semua telah engkau beri upah,, tidak dapatkah engkau berikan sedikit lindungan kepadaku dibawah naungan kebesaranmu, dapatkah engkau sekarang menganugerahkan sedikit kasih sayang demi mengobati derita orang tua yang malang ini??...
“Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”,,
Wahai Anakku…
Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginnkan yang lain, ….
Wahai Anakku…
Hatiku terasa teriris, airmataku mengalir, sedangkan engkau sehat walafiat, orang-orang sering mengatakan bahwa engkau adalah laki-laki yang supel, dermawan dan berbudi,
Anakku…

Apakah hatimu tidak tersentuh terhadap seorang wanita tua yang lemah, binasa dimakan oleh rindu berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan??.,,
kenapa?, tahukah engkau itu?, karena engkau telah berhasil mengalirkan airmatanya, karean engkau telah membalasnya dengan luka dihatinya, karean engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu, tepat menghujam jantungnya… karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahmi,,

Wahai Anakku…

Ibumu inilah sebenarnya pintu surga, maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, kemaafan dan balas budi yang baik, semoga aku bertemu denganmu disana, dengan kasih sayang Allah Ta’ala sebagaimana didalam hadits “Orangtua adalah pintu surga yang ditengah , sekiranya engkau mau sia-siakanlah pintu itu atau jagalah”
(HR.. Ahmad)

Anakku…

Aku mengenalmu sejak dulunya, semenjak engkau telah beranjak dewasa, bahwa engkau sangat tamak dengan pahala, engkau selalu berecerrita tentang keutamaan berjama’ah, engkau selalu bercerita terhadapku tentang keutamaan shaf pertama didalam sholat berjama’ah, engkau selalu mengemukakan tentang infaq, tentang bersedekah, akan tetapi satu hadits yang kau lupakan Nak,
Suatu keutamaan besar yang telah engkau lalaikan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, sebagaiman yang telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud ,
“aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, wahai Rasulullah amal apa yang paling mulia?, beliau bersabda” sholat pada waktunya., kemudian apa wahai rasulullah?, beliau berkata” bverbakti kepada kedua orangtua, kemudian apalgi whai Rasulullah?, beliau bersabda”jihad dijalan Allah, lalu beliau diam… sekiranya aku bertanya lagi niscaya beliau akan menjawabnya,,.
(muttafaqun ‘alaih)

Wahai Anakku…

Ini aku, ibumu, pahalamu, tanpa harus engkau memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfaq, tanpa engkau harus banyak-banyak bersedekah, aku pahalamu, pernahkah engkau mendengar seorang yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?, pernahkah engkau mendengar cerita itu?, seorang suami meninggalkan keluarganya berangkat jauh kenegeri seberang ke negeri antah berantah untuk mencari tambang emas untuk menghidupi keluarganya??,
dia salami satu persatu, dia ciumi isterinya dia saayangi anak-anaknya, dia mengatakan “ayahmu, ayah kalian wahai anak-anakku akan berangkat kenegeri yang ayah sendiri tidak tahu, ayah akan mencari emas, rumah kita yang reot ini jagalah, ibu kalian yang tua renta ini jagalah, berangkatlah suami tersebut.. suami yang berharap untuk pergi jauh demi mendapatkan emas untuk membesarkan anak-anaknya, untuk membangun istana dari rumah reotnya akan tetapi apa yang terjadi, setelah 30 tahun dalam perantauan, yang ia bawa hanya tangan hampa dan kegagalan, dia gaagal dalam usahanya, pulanglah ia kembali kekampungnya, sampailah ia ketempat dusun yang selama ini dia tinggal, apalagi yang terjadi ditempat itu, setibanya ditempat lokasi rumahnya sekiranya matanya terbelalak, ia melihat tidak lagi gubuk reot yang ditempati oleh anak-anak dan keluarganya, akan tetapi dia telah melihat sebuah perusahaan besar tambang emas yang besar, itulah perumpamaanmu dengan kebaikanmu anaku, engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak tapi engkau telah lupa bahwa didekatmu ada pahala yang maha besar, disampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau memppercepat amalmu, disampingmnu ibumu adalah orang yang dapat menghalangimu untuk masuk surga, atau mempercepat amalmu, bukankah ridhoku adalah keridhoaan Allah??,, dan bukankah murkaku adalah kemurkaan Allah juga wahai anakku??,,
Anakku…

Aku takutkan engkau yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.. didalam haditsnya
“celaka, celaka, celaka seseorang,””,, siapa ya Rasulullah??, seorang yang mendapatkan kedua orangtuanya, satu atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga,”…(HR. Muslim)

Anakku…

Aku tidak akan mengangkat keluhan ini kelangit, aku tidak akan adukan duka ini kepada Allah, karean sekiranya keluhan ini jika seandainya telah membumbung menembus awan melewati pintu-pintu langit,, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan.. ysng tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang bisa menyembuhkannya,,..aku tidak akan melakukannya wahai anakku, tidak,, bagaimana aku melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku, bagaiman ibu ini kuat menengadahkan tangannya kelangit sedangkan engkau adalah pelipur lara hatiku, bagaimana ibu tega melihatmu merana terkena doa mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku…
bangunlah Nak, bangunlah. Bangkitlah Nak, uban sudah mulai meerambat dikepalamu, akan berlalu masa sehingga engkau menjadi tua pula, engkau akan menjadi tua, sebagaimana engkau akan berbuat begitu juga orang akan berbuat kepadamu, ganjaran sesuai dengan apa yang telah engkau tanamkan, engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam, aku tidak ingin engkau menulis surat ini, aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama dengan air matamu kepada anak-anakmu, sebagaimana aku telah menulisnya kepadamu.,
Wahai Anakku…
Bertaqwalah kepada Allah.,, takutlah engkau kepada Allah, berbaktilah kepada ibumu.. pegangalah kakinya, sesungguhnya surga dikakinya, basuhlah airmatanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk,….

Anakku…
Setelah engkau membaca surat ini terserah padamu, apakah engkau sadar dan engkau akan kembali ??, atau engkau akan merobeknya………

Wasallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa’ala alihi washohbihi wasallam,,
|
This entry was posted on 10.52 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

Free Automatic Backlinks Exchanges

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link LENTERA HATI MENATA HATI Link Exchange/Tukar Link. dibawah ini ke blog anda setelah itu klik linkLENTERA HATI MENATA HATI dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya

Top Ereferrer

Backlink Site

Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia. CHANNEL---TV---DESA PATIKRAJA Desa Patikraja.Aminah Setiyaningrum Form Link Exchange/Tukar Link.SERIBU KAWANbacklinkgratis4ufreebanner4uSERIBU KAWANbertaubatlahiklanseribuartissexy17freebacklinks4usatriopiningitkatamutiara4usehatwalafiahiniinfo4uFree Automatic Linkiklansahabat2billiontraffic4uiklanwargaechange de liensseribusayangDAHOAM Free Backlinksbloggratiss4usurgalokaSERBA SERBISENI LUKISTEMPLATE GRATISWARGA BISNISAGUS FAUZYUnlimited BacklinkFree Automatic LinkFree Automatic Link4905GOBLOGANEKA VIDEOFree BacklinksBacklink ExchangeCalendario BiblicoFree Automatic LinkDie Gute SaatFree Automatic LinkFree Automatic LinkFECEBLOG 4UIFree Automatic LinksangrajamayaIntercambio de enlacessurgawebEnlaces GratisFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Automatic LinkbabulfatahFree Automatic Elvira Linksbacklinkgratis4uFree Automatic LinkFree Automatic LinkBUSANA MUSLIMFree BacklinksUnlimited Backlink ExchangeseribukatamutiaraUnlimited Backlink ExchangeTradiciones Peruanas de Ricardo PalmaAutomatic Backlink ExchangeFree Automatic LinkPlugboard Free Backlink ExchangeMariachi Backlink ExchangeWeb Link ExchangemajelisrasulullahText Backlink ExchangesLinkon Bedava - Free BacklinkText Back Links Exchangebedava - Free Backlink - www.linkdevi.comText Back Links Exchangesbedava - Free Backlink - www.v8link.com